“Selamat Tinggal”

Oleh : Anonim   “DASAR PEMBUNUH!” teriak Ibuku di lorong rumah sakit. Penampilannya acak acakan, matanya merah, dan kantong matanya tebal, tanda bahwa ia telah menghabiskan waktu menjaga ayah. Namun, takdir berkehendak lain. Baru saja aku mendapat kabar bahwa ayahku menghembuskan napas terakhirnya 1 jam yang lalu. Aku melihat Ibuku mengayunkan lengannya bersiap menamparku. Apa […]

Sense of Virtue

Oleh : Elsa Tamara Shalsabila   How is this supposed to mean? It all still left me agape. (How the distinct mix of your perfume and mine collapsed) (How the tinge of pleasure resulted in some more) (How the touch still lingers causing me chocked) All with no sense of virtue.   How is this […]

Duri Dibalik Senyum

Oleh : D   Aku selalu percaya, apa yang sudah atau akan kita alami pasti memiliki suatu arti dan makna. Entah itu sesuatu yang baik, atau buruk sekalipun. Ya, aku akan selalu percaya.   Hari perpisahan sekolah akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. Tapi, apakah ini pertanda kami juga akan ikut berpisah? Ku harap tidak.   […]

Yang Indah, Pergi

Oleh : Karunaksara [satu]   Butiran pasir di bawah kakiku merengek kecil. Katanya aku terlalu berat. Tulangku terlalu besar sampai mendesak kulitku, menonjol seperti haus akan udara segar, seakan berharap hilangnya lapisan daging berarti pasokan udara lebih. Aku tertawa disaksikan langit senja.   “Pasir, beban itu bukanlah tulang. Beban itu bernama kesedihan.”   Lalu debur […]

My ET Lover

Oleh : Tioni   Long gone my ET lover We only fall in love in the universality of eye-gazing But our minds think in different colors And our lips speak in different wave We are ruled by different language Incomprehensible And I would not know before That there is a whole other galaxy outside of […]

Perang Candu Part 4 – Gerimis Tengah Malam

Oleh : Putu Satwika Jalapati tersentak dari tidurnya. Mimpi buruk yang sama kembali mendera malam itu. Ini kesekian kalinya ia bermimpi buruk sejak kembali membunuh. Tatapan kosong dari korban-korbannya, yang tentu terus bertambah jumlahnya sejak perang candu, benar-benar menyiksanya walau hanya sebatas mimpi. Istrinya masih mendengkur lembut disebelahnya. Dengan perlahan ia bangkit dari dipannya supaya […]

Perang Candu Part 3 – Darah di Perbatasan

Oleh : Putu Satwika   Derap kuda terdengar memecah sunyinya malam di perbatasan ibukota. Tiga kuda tampak dipacu menembus jalan setapak yang membelah padang rumput liar yang hanya diterangi cahaya purnama. Rakhryan Adityatama beserta kedua ajudannya tengah dalam perjalanan pulang dari rapat koordinasi di benteng timur. Keterbatasan jarak pandang tak menghalangi ketiganya memacu kuda mereka […]

Perang Candu Part 2 – Pria di Persimpangan

Oleh : Putu Satwika Matahari baru condong ke barat. Jalapati terbangun dengan tubuh letih dan pegal yang menjalar. Sejenak ia terduduk di dipannya, lalu melangkah keluar sembari menyambar kerisnya. Dengan langkah gontai ia menuju bagian belakang gubuk reotnya, lalu memisahkan keris dari sarungnya. Aroma darah pekat langsung menusuk hidungnya. Lantas ia cuci keris tersebut dengan […]