TIPS & TRICK PENELITIAN DI RUMAH SAKIT

TIPS & TRICK PENELITIAN DI RUMAH SAKIT

oleh Putu Getsha Pradnyan Rarasati Mudita, S.Psi.

 

Apa yang muncul di pikiranmu ketika mendengar kata ‘penelitian di rumah sakit’? Proses administrasi yang rumit? Butuh waktu lama? Banyak persyaratan? Hal-hal tersebut tidak salah, tetapi semua itu bisa diatasi dengan satu cara: tertib administrasi.

 

Aku mau sharing, nih, tentang hal-hal yang perlu kalian ketahui/siapkan untuk penelitian di rumah sakit, khususnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, sesuai pengalaman penelitian skripsiku di tahun 2019. Here we go!

 

1. Pastikan kamu sudah lulus sidang UP

Untuk bisa penelitian di RSHS, kamu perlu mendapat ethical clearance/ijin etik, dengan salah satu persyaratannya adalah surat keterangan sudah UP dari fakultas.

2. Pastikan target penelitianmu bisa didapatkan di rumah sakit tersebut

Pastikan target penelitianmu sesuai dengan kelompok pasien yang dimiliki oleh rumah sakit. Misalnya, anak dengan thalassemia dapat diperoleh di Klinik Hemato Onkologi Anak.

3. Mengurus ethical clearance/ijin etik

Salah satu berkas yang harus dilengkapi untuk perijinan penelitian di RSHS adalah ethical clearance, yang didapat melalui Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) RSHS. Kamu bisa langsung datang ke ruangannya untuk menanyakan persyaratan dan prosesnya.

4. Melengkapi persyaratan perijinan sambil menunggu ethical clearance

Perlu diingat bahwa ethical clearance bukan satu-satunya persyaratan. Sambil mengurus etik, siapkan juga persyaratan perijinan lainnya, ya, seperti surat permohonan ijin penelitian dan proposal penelitian.5

5. Masukan berkas ijin penelitian di hari yang sama ketika mendapat ethical clearance

Petugas KEPK akan menghubungi jika surat ethical clearance penelitianmu sudah disetujui dan bisa diambil. Pastikan di hari pengambilan itu, kamu juga membawa persyaratan ijin yang lain dan langsung mengumpulkannya ke Bagian Umum. Selanjutnya, tanyakan pada petugas terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses ijin dan kapan kamu perlu datang lagi untuk melakukan follow up.

6. Rajin melakukan follow up

Setelah mengumpulkan berkas ijin ke Bagian Umum, yang bisa dilakukan adalah menunggu. Tahap ini cukup memakan waktu karena berkas yang diajukan perlu di-review oleh beberapa pihak, seperti kepala bagian dan kepala departemen terkait. Hal yang wajib kamu lakukan adalah follow up ke Bagian Pendidikan dan Penelitian (Diklit), misalnya seminggu sekali. Tanyakan di bagian/departemen mana berkasmu sedang di-review. Jika diperlukan, kamu mungkin akan diarahkan menuju bagian/departemen tersebut untuk mengeceknya.

7. Sabar, tidak terburu-buru, dan aktif bertanya

Penelitian seharusnya menyenangkan dan berorientasi pada hasil yang optimal. Hal yang biasanya membuyarkan niat ini adalah dikejar-kejar oleh waktu. Jika sudah memutuskan akan meneliti di rumah sakit, kuatkan niat, gigihkan tekad, dan jangan menunda-nunda mengurus segala persyaratannya agar proses perijinan bisa segera dimulai. Jika bingung dan ada yang tidak diketahui, tanyakan!

8. Menyelesaikan proses perijinan ketika sudah disetujui

Setelah diinformasikan bahwa penelitianmu disetujui dan diizinkan, kamu perlu membayar sejumlah biaya. Kemudian, kamu akan diberikan nametag peneliti dan diminta menyerahkan salinan surat ijin ke beberapa tembusan. Penelitian siap dimulai!

9. Tambahan: siapkan alternatif lokasi penelitian

Jika ternyata proses di rumah sakit lama dan belum ada kepastian, lokasi alternatif akan sangat berguna. Alternatif tersebut dapat berupa komunitas/yayasan yang menaungi target populasi penelitianmu. Misalnya: Yayasan Thalassemia Indonesia Jawa Barat, untuk penelitian terkait thalassemia.

 

Oh ya, kamu bisa akses contoh-contoh berkas yang dulu aku siapkan untuk penelitian di RSHS melalui link berikut: bit.ly/SerbaSerbiRSHS.

 

Masih ada yang belum dimengerti? Ingin tanya-tanya lebih jauh? Feel free untuk kontak aku di line: puturaras. Semoga informasi ini membantu, ya! Selamat melakukan penelitian, adik-adik! (Penulis/Tara)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *