Oleh: H   Kemarin, aku berbaring bersisian bersama hujan yang berkejaran dengan dedaun yang berserak jadi lingkaran dengan awan yang kelabu dan menawan   Tergelak tawa, membawa haru yang membiru Sepercik, sepercik; biru di hatiku   Pita kuning yang kusimpul jadi senyum Kertas bergaris yang bertulis tinta air mata Sudahkah kau maknai kata kata yang berlomba menarik hati?  Dari hati ke hati, dari air mata yang kuharap jadi bukti bahagia   Sudah tiba kalanya ketika gelap memuncak, dan selimutku jadi tempat hangat yang tersisa. Detik-detik tak mau diam, sibuk membuat jejak di setiap jeda, di setiap napas, di setiap detak.    Hingga akhirnya, malam ini,Read More →

Oleh: Willy She stood upon the grey tower, looking down on the illustrious city. Hundreds of homes with its glinting windows, smokes rose from their chimney into the celestial abyss above. There upon the lonely bell tower she stood alone. Her eyes gaze overt the dim stars. The night was cold and shivering, yet she stood unperturbed. Still as a marble statue. As she looked down once more to the hundreds of roofs and edifice that illustrated the great city. She wonders, can I really stay in this world? In this dimly night shadow, her past is all behind her. Far from her touching, notRead More →

Syarat Foto untuk Rubrik Karyanya Civitas (Kanvas) Trimagz Civitas mengirimkan file foto dalam format JPEG. Ukuran file foto minimal 1 MB, Ukuran foto minimal 1600 pixel (sisi terpendek) Civitas bebas memilih objek fotografi Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (tonal dan warna) tanpa mengubah keaslian objek Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen- elemen dalam satu foto. Foto yang diunggah tidak boleh terdapat “watermark” atau elemen grafis lainnya.   Syarat Desain Grafis untuk Rubrik Karyanya Civitas (Kanvas) Trimagz Karya orisinil (Bukan plagiasi dan belum dipost dimana pun) Format karya dalam bentuk .jpg/.pdf Format karya jenis ilustrasi dalamRead More →

Oleh : Anonim   “DASAR PEMBUNUH!” teriak Ibuku di lorong rumah sakit. Penampilannya acak acakan, matanya merah, dan kantong matanya tebal, tanda bahwa ia telah menghabiskan waktu menjaga ayah. Namun, takdir berkehendak lain. Baru saja aku mendapat kabar bahwa ayahku menghembuskan napas terakhirnya 1 jam yang lalu. Aku melihat Ibuku mengayunkan lengannya bersiap menamparku. Apa aku bisa menghindarinya? Ya, mungkin. Apa aku akan menghindarinya? Tidak. Kurasakan tamparan itu menyentuh pipiku, hingga aku terjerembab jatuh dan kepalaku terhentak ke sisi kursi. Orang-orang bergegas menghampiri kami, menahan Ibuku dan membantuku berdiri. Kurasakan darah mengalir dari luka di kepalaku, dan pipiku yang terasa seperti terbakar karena tamparan Ibuku.Read More →

Oleh : Elsa Tamara Shalsabila   How is this supposed to mean? It all still left me agape. (How the distinct mix of your perfume and mine collapsed) (How the tinge of pleasure resulted in some more) (How the touch still lingers causing me chocked) All with no sense of virtue.   How is this supposed to mean? You are the oxygen while I am the fire. (Being with you is how I survive the life that happens to be mine) (And I could only make this come to a halt by hating but you made it a fallacy) (Baby has this ever crossed yourRead More →

Oleh : D   Aku selalu percaya, apa yang sudah atau akan kita alami pasti memiliki suatu arti dan makna. Entah itu sesuatu yang baik, atau buruk sekalipun. Ya, aku akan selalu percaya.   Hari perpisahan sekolah akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. Tapi, apakah ini pertanda kami juga akan ikut berpisah? Ku harap tidak.   “Kostum perpisahan nanti mau warna apa?” “Abu-abu, tapi kayaknya banyak yang pake.” “Iya sih, kenapa pilih warna abu-abu?” tanyaku. “Kelam, warna dari semua rasa, perasaan, dan keinginan yang tak terwujud” jawabnya. “Kalo gitu ganti warna aja gimana? Warna biru dongker bagus.” “Yaaa! Aku suka!” Katanya dengan semangat. “Pilih desain yangRead More →