Syarat Foto untuk Rubrik Karyanya Civitas (Kanvas) Trimagz 1. Civitas mengirimkan file foto dalam format JPEG. 2. Ukuran file foto minimal 1 MB, Ukuran foto minimal 1600 pixel (sisi terpendek) 3. Civitas bebas memilih objek fotografi 4. Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (tonal dan warna) tanpa mengubah keaslian objek 5. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen- elemen dalam satu foto. 6. Foto yang diunggah tidak boleh terdapat “watermark” atau elemen grafis lainnya. Syarat desain grafis untuk Rubrik Karyanya Civitas (Kanvas) Trimagz 2017 1. Karya orisinil (Bukan plagiasi dan belum dipost dimana pun) 2. Format karyaRead More →

Oleh : Anonim   “DASAR PEMBUNUH!” teriak Ibuku di lorong rumah sakit. Penampilannya acak acakan, matanya merah, dan kantong matanya tebal, tanda bahwa ia telah menghabiskan waktu menjaga ayah. Namun, takdir berkehendak lain. Baru saja aku mendapat kabar bahwa ayahku menghembuskan napas terakhirnya 1 jam yang lalu. Aku melihat Ibuku mengayunkan lengannya bersiap menamparku. Apa aku bisa menghindarinya? Ya, mungkin. Apa aku akan menghindarinya? Tidak. Kurasakan tamparan itu menyentuh pipiku, hingga aku terjerembab jatuh dan kepalaku terhentak ke sisi kursi. Orang-orang bergegas menghampiri kami, menahan Ibuku dan membantuku berdiri. Kurasakan darah mengalir dari luka di kepalaku, dan pipiku yang terasa seperti terbakar karena tamparan Ibuku.Read More →

Oleh : Elsa Tamara Shalsabila   How is this supposed to mean? It all still left me agape. (How the distinct mix of your perfume and mine collapsed) (How the tinge of pleasure resulted in some more) (How the touch still lingers causing me chocked) All with no sense of virtue.   How is this supposed to mean? You are the oxygen while I am the fire. (Being with you is how I survive the life that happens to be mine) (And I could only make this come to a halt by hating but you made it a fallacy) (Baby has this ever crossed yourRead More →

Oleh : D   Aku selalu percaya, apa yang sudah atau akan kita alami pasti memiliki suatu arti dan makna. Entah itu sesuatu yang baik, atau buruk sekalipun. Ya, aku akan selalu percaya.   Hari perpisahan sekolah akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. Tapi, apakah ini pertanda kami juga akan ikut berpisah? Ku harap tidak.   “Kostum perpisahan nanti mau warna apa?” “Abu-abu, tapi kayaknya banyak yang pake.” “Iya sih, kenapa pilih warna abu-abu?” tanyaku. “Kelam, warna dari semua rasa, perasaan, dan keinginan yang tak terwujud” jawabnya. “Kalo gitu ganti warna aja gimana? Warna biru dongker bagus.” “Yaaa! Aku suka!” Katanya dengan semangat. “Pilih desain yangRead More →

Oleh : Karunaksara [satu]   Butiran pasir di bawah kakiku merengek kecil. Katanya aku terlalu berat. Tulangku terlalu besar sampai mendesak kulitku, menonjol seperti haus akan udara segar, seakan berharap hilangnya lapisan daging berarti pasokan udara lebih. Aku tertawa disaksikan langit senja.   “Pasir, beban itu bukanlah tulang. Beban itu bernama kesedihan.”   Lalu debur ombak menerjang, mewakili buih air mata yang bergolak sejak lama.   [dua]   Aku ingat bentuk ranting di pohon lebat di taman di dekat rumah dan pucuk daunnya yang hinggap mengais awal kehidupan. Aku ingat hangat sinar matahari yang menyusup ke sela jari saat berusaha menghalangi sinarnya masuk ke mata,Read More →

Oleh : Tioni   Long gone my ET lover We only fall in love in the universality of eye-gazing But our minds think in different colors And our lips speak in different wave We are ruled by different language Incomprehensible And I would not know before That there is a whole other galaxy outside of the enormous mine We only bump into each other, caress each others’ skin, along the way Amazed at how beautiful our differences are And how closely similar we are But I’m going home Cause I wouldn’t belong in your place and so do you in mine We’re better off thisRead More →